Sertifikasi Guru, Why Not!

FKIP Unlam sekarang masih disibukkan dengan melakukan penilaian kepada guru-guru yang mengikuti uji sertifikasi bahakan hampir 75% sudah mencapai tahap akhir. Unlam khususnya FKIP ditunjuk sebagai instansi yang mengadakan sertifiksai guru karena Unlam khususunya FKIP adalah satu-satunya universitas negri yang ada di Kalimantan Selatan.

Sertifikasi yang dialkukan oleh Unlam khususnya FKIP adalah sesuai dengan Undang-Undang nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen yang mana salah satu ketentuan yang ada dalkam Undang-undang itu adalah instansi yang layak melakukan uji sertifikasi guru adalah salah satu Universitas Negri yang ada didaerah tersebut.

Sertifikasi ini dilakukan untuk menyaring guru mana yang benar-benar berbobot dan mana yang kurang berkopeten dalm menjalankan tugasnya sehari-hari. Selain itu, sertifikasi ini dilakukan untuk menambah kesejahteraan guru yang selama ini dianggap sangat rendah dengan ditambahnya tunjangan guru apabila dapat lulus uji sertifikasi ini. Sehingga tidak ada lagi sosok seorang guru yang diungkapkan dalam lagu Oemar Bakrie dan uji sertifikasi ini adalah “penghargaan” yang diberikan oleh pemerintah kepada guru-guru yang benar-benar berkompeten dibidangnya.

Dalam uji sertifikasi ini banyak item-item yang dinilai dari keaktifan guru pada waktu kuliah dalam hal berorganisasi, banyaknya seminar-seminar yang diikuti oleh guru dan porto polio yang dilakukan oleh guru selama dia mengajar serta masih banyak lagi item-item penilaian yang lain. Jadi, kalau masih banyak guru-guru atau kita sebagai mahasiswa yang dicetak untuk menjadi guru menolak atau tidak setuju dengan adanya sertifikasi ini maka dapat diketahui bahwa kita adlah orang yang takut berkompetensi dengan orang lain karena dengan kata lain ui sertifikasi guru ini adalah sebuah kompetensi yang dilakukan oleh pemerintah untuk guru-guru yang ada di Indonesia.

Selain hal diatas, kekurangan yang ada dalam uji sertifikasi guru yang ada di Indonesia adalah tidak terjadi penilaian silang yang dilakukan oleh daerah-daerah yang ada. Misalnya, guru-guru yang ada di Kalimantan Selatan uji sertifikasinya dilakukan oleh Universitas Negri yang ada di Pulau jawa atau sebaliknya. Hal itu dapat dilakukan apabila terjadi “kesamaan” dalam kriteria penilaian karena menurut kenyataan yang ada terjadi perbedaan antara daerah yang satu dengan daerah yang lain mengenai hal tersebut.

Untuik itu kepada pemerintah, supaya mengatur adanya kesamaan dala kriteria penilaian uji sertifikasi ini karena kalau terjadi perbedaan akan mengakibatkan perbedaan pula kualitas guru-guru yang ada di Negara kita ini.

Iklan

4 Komentar

  1. Online tarus lah beliau,,,,he

    Wah, tiada hari tanpa sertifikasi………….

  2. SALAM KENAL……..!!!!!

  3. umpat lalu ka HimaHellmi ^^ go Sertifikasi….!!!

  4. salam kenal ya……., bapa helmi,untuk dpt nilai dari bapa gimana caranya,saya ingin tau soalnya sulit banget dpt nilai dari bapa.saya minta tolong ya pa.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s