AWAL PUNCAK PEREKONOMIAN JEPANG PASCA PD II

Pada tahun1960 setelah Jepang mengalami kekalahan dalam perang dunia II dan dibawah kekuasaan Amerika, segera memperbaiki kinerja pembangunan ekonominya.

Awal puncak kemajuan ekonomi Jepang dimulai pada saat pergantian kabinet PM. Kishi Nobusuke ( kabinet di mulai 25-2-1957 s/d 19-7-1960 ) ke kabinet PM Ikeda Hayato ( kabinet di mulai 19-7-1960 s/d 9-11-1964 ). PM Ikeda mengambil kebijaksanaan untuk membangun jepang di bidang ekonomi setelah hancurnya Negara akibat pemboman Hiroshima dan Nagasaki . setelah PD IIJepang harus membayar ganti rugi perang dan harus mengubah Undang-undang Dasar Meiji menjadi Undang-Undang dasar yang melambangkan kedemokrasian sesuai dengan tuntutan Amerika. Rakyat Jepang juga pada saat itu mengalami depresi karena perekonomian yang tidak stabil  dan demokrasi yang harus di terapkan oleh masyarakat Jepang terutama di bidang politik dan kepemerintahan.

Awal puncak perekonomian Jepang di mulai dari PM Ikeda yang menitik beratkan toleransi dan kesabaran. Namun, PM Ikeda mengesampingkan permasalahan UU Jepang. Karena pada saat itu UU jepang yang berlaku masih ketetapan UU Jepang menurut peraturan Amerika. Pokok kebijakan PM Ikeda dalam bidang ekonomi adalah meningkatkan pendapatan masyarakat,perbaikan dan peningkatan pokok industri dalam negri. Pemerintah Jepang dalam kebijakan ekonomi membuka perbaikan di bidang teknik, investasi dan supply dari Amerika. Pada tahun 1955 mulai diadakan perjanjian pembayaran gaji pekerja di perusahaan. Pendapatan kariyawan dan buruh menjadi naik, dan tingkat konsumsi pun meningkat. Pasar dalam negri semakin di butuhkan dan terus berkembang sehingga ekonomi jepang terus maju. Peningkatan konsumsi terjadi pada televisi, kulkas, mesin cuci, kebutuhan alat elektronik rumah tangga.

 

 

 

 

 

 

Secara internasional jepang teus berkembang terutama menjadi anggota IMF  dan tahun 1965 mata uang jepang termasuk pertukaran mata uang internasional. Jepang sebagai group negara industri dan masuk anggota badan perekonomian internasional OECD. Bagi para politikus awal kemajuan ekonomi Jepang pada waktu itu merupakan keuntungan besar tetapi semakin majunya ekonomi jepang pengikut partai demokratik leberal makin menurun .ini di sebabkan karena partai-partai tersebut berpedoman pada paham konservatif yang menjunjung tinggi adat dan kebiasaan leluur. Akibat perekonomian yang meningkat pesat perombakan budaya dan tatanan masyarakat desa dan kota sehingga adat istiadat leluhur makin pudar. Para petani serta masyarakat desa pindah ke kota untuk mencari kerja dan kehidupan yang lebih baik dari pada di desa. Di lain pihak partai Sosialis mendapat keuntungan yang besar karena melalui perkembangan besar jumlah para buruh perusahaan terutama di kota besar. Partai sosialis mempunyai kebijaksanaan untuk mengadakan perubahan di dalam negri. Sehingga pengikut partai ini semakin meningkat. Pada tahun 1960 kebijaksanaan pemerintah jepang memusatkan industri dan peningkatan buruh pekerja dalam kehidupan masyarakat sedangkan partai demokratik liberal terus mempertahankan keadaan yang lama. Jepang masuk menjadi negara industri maju. Amerika sangat membantu peranan jepang untuk menjadi negara industri. Maka Amerika menjalankan strategi militernya yang baru. Dengan membuka perang dengan vietnam. Jepang menjadi Basis bantuan perang Amerika dalam menghadapi perang dengan vietnam. Perkembangan yang sangat cepat di dalam jepang menimbulkan masalah yang kompleks di dalam masyarakat. Semakin meningkatnya perbaikan dan keuntungan yang di terima masyarakat semakin banyak masalah kesejahteraan masyarakat. Terjadi ketidak seimbangan antara masyarakat dan perkembangan kota dan rasa ketidak puasan pun muncul.

Berdasarkan latar belakang tersebut, partai sosialis, mencalonkan gubernur dari partai komunis untuk membantu mengadakan perubahan di dalam negri. Hasilnya yaitu munculnya perubahan baru pada pembentukan daerah otonomi di kota besar.

 

 

 

 

 

 

Pada tahun 1972 lahirlah kabinet PM Tanaka Kakuei. Kebijaksanaan PM tanaka yaitu membuka pasar ekspor di luar negeri, membuka kerjasama internasional dengan Cina, memutuskan hubungan dengan Taiwan, sedangkan kebijaksanaan dalam negri membuka kebijaksanaan moneter, memperbesar pasar domestikmelalui perluasan investasi publik. Ciri khas pada kabinet PM Tanaka adalah memperbaiki pulau yang ada di jepang dengan membuka perkerjaan umum dan pekerjan bangunan secara meluas. Akhirnya partai demokratik liberal menjadi pendukung utama terhadap pembangunan masyarakat desa.

Pada saat awal masuknya jepang menjadi negara industri, di bagian politik terjadi kemajuan utama dalam kebijaksanaan para partai politik. Pada saat itu di sebut sistim politik tahun 1955 dan sistim politik tahun 1960. sebelum sistim politik tahun 1955 diawali pada saat Yoshida Shigeru. Yoshida sigeru menggunakan kekuatan di bawah Amerika dan ikatan perjanjian San Fransisco. Kebijakannya banyak mendapat tantangan dari para anti yoshida yang memusatkan gerakan kembalinya ke politik internasional. Gerakan ini mengakibatkan terbentuknya partai demokrasi jepan(1954) sebagai pemimpinnya Hatoyama Ichiro. Ada sedikit perbedaan pada partai demokrasi dibanding dengan partai liberal di bidang internasional. Pembaharuan UUD Jepang terutama masalah kebijaksanaan keamanan Jepang Amerika. Sedangkan di bidang kebijakan pemerintah dan politik hampir sama yaitu :

1.      Secara ekonomi menjaga kebebasan.

2.      Setelah perang berakhir mempertahankan adat dan budaya serta kebiasaan para leluhur dengan menghargai nilai-nilai yang ada.

3.      Memegang teguh perjanjian antara Jepang dan Amerika dan membangun kembali kekuatan militer. Sedangkan partai sosialis juga mengadakan perbaikan dalam politik.

 

Akhirnya partai demokrasi dan liberal membentuk persatuan menjadi satu kesatuan partai. Pada tahun 1954 PM Yoshida terlibat masalah korupsi akhirnya diturunkan.

 

 

 

 

 

Pada tahun 1955 terbentuk partai demokratik liberal yang di pimpin oleh Hatoyama Ichiro yang konservatif dan terbentuk juga partai sosialis yang baru. Oleh karena itu di sebut sistem 55:

o   Partai demokratik-liberal: konservatif (pengikut: para pedagang, bisnis,pengusaha dan kaum kapitalis. Kebijakannya mempertahankan perjanjian Jepang Amerika dan mempertahankan UUD.)

o   Partai sosialis: perubahan ( pengikut: para buruh, pengajar,pelajar. Kebijaksanaannya melepaskan perjanjian jepang Amerika dan mengadakan perbaikan dalam UUD )

 

Kebijaksanaan pemerintah setelah sistim politik tahun 1955 terbentuk, pemerintah di kuasai oleh sistim demokrasi liberal. Partai demokrasi liberal menetapkan kebijaksanaan dalam negri sebagia berikut pemeriksaan ulang isi dari ketetapan peraturan hukum. Perubahan dan pengaturan secara ketat dalam pelaksanaan pembuatan buku isi sejarah jepang, perbaikan peraturan dalam sistim kepolisian, menjalankan UUD, pelaksanaan pemahaman arti demokrasi keseluruh wilayah Jepang.bagi para golongan kecil kebijakan tersebut menjadi halangan dan rintangan. Terutama golongan yang ingin mengadakan perbaharuan secara utuh. Gerakan demo terjadi sehingga pertentangn terjadi antara para polisi dan penentang.

Setelah tahun 1960 jepang memasuki puncak kejayaan ekonomi sehingga menjadi negara industri. Pada saat itu juga berkembang partai lain di jepang misalnya partai komunis, partai oposisi, partai sosialis terus berkembang dan partai lainnya terus bermunculan.

Iklan

1 Komentar

  1. […] original here:  AWAL PUNCAK PEREKONOMIAN JEPANG PASCA PD II Tags: desember-2008, ganda-resnadi, jepang, kalender, pendidikan, puisi Post a comment or leave a […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s