Potret Kehidupan Remaja Banjarmasin

Banjarmasin adalah kota yang sekarang sudah menjadi salah satu kota besar yang ada di Indonesia. Pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) juga sudah sangat nyata dan dapat dirasakan oleh masyarakat luas sehingga kota Banjarmasin bukanlah kota yang dulu hanya dikenal sebagai kota Seribu Sungai saja melainkan sudah mengarah kepada sebuah kota yang mengembangkan sektor industri.

Seiring dengan perkembangan fisik kota Banjarmasin yang bias dikakatakan cukup maju, perkembangan pergaulan remajanya juga mengalami perubahan. Remaja Banjarmasin yang dulunya masih memegang tradisi dan adat istiadat budaya Banjar sudah mulai “melupakan” tardisi dan adat istiadat peninggalan orang-orang yang terdahulu. Sebagai gantinya cara bergaul mereka mungkin banyak menyerupai budaya-budaya barat. Hal tersebut mungkin tidak lepas dari perkembangan teknologi dan mudahnya mendapatkan informasi tentang dunia luar.

• Kebut-Kebutan Dijalan

Masa muda mungkin adalah masa untuk mencari jati diri bagi setiap individu dam masa dimana keadaan psikilogis seseorang dalam tahap yang labil serta sangat suka terhadap sesuatu yang dapat memacu Adrenalin. Seperti halnya remaja-remaja lain yang ada di Indonesia, remaja Banjarmasin juda “sangat gemar” melakukan kebut-kebutan dijalan.

Tradisi kebut-kebutan yang dilakukan oleh remaja tersebut pada umumnya dilakukan pada waktu-waktu tertentu saja. Sebagai contoh, para remaja tersebut sering kebut-kebutan setelah shalat jum’at. Kebut-kebutan pada siang jum’at ini terjadi disepanjang jalan Komplek Mulawarman tetapi kegiatan ini akan berhenti dengan sendirinya setelah para remaja merasa puas atau khawatir adanya polisi lalu lintas yang hendak menertibkan mereka.

Selain pada siang jum’at, kebut-kebutan yang dilakukan oleh para remaja Banjarmasin juga dilakukan pada malam minggu. Kebut-kebutan ini dimulai dengan berkumpul-kumpul dulu disepanjang jalan Bali dan didepan Komplek Mulawarman (depan Café Etnic), setelah para remaja merasa cukup banyak mereka pergi kedua tempat yang berbeda. Tempat pertama adalah jalan Sudirman, ditemapat ini para remaja tidak melakukan kebut-kebutan melainkan melakukan atraksi-atraksi yang biasa disebut Free Styler dalam mengendarai motor. Tempat kedua adalah Jalan H. HAsan Basri tepatnya didepan SMKN 4 Banjarmasin, berbeda dengan dijalan Sudirman para remaja disini berlomba untuk memacu kecepatan motornya walaupun treknya tidak begitu panjang tetapi banyak para pembalap jalanan yang menjajal kemampuan mereka disana.

Kegiatan balapan pada malam minggu ini akan bubar setelah adanya polisi lalu lintas yang menertibkan. Tetapi bubarnya balapan atau kegiatan Freestyler tersebut hanya sementara saja karena tidak lama kemudian mereka pasti kembali ketempat tersebut dan melakukan kegiatan seperti biasanya.

• Pacaran Massal

Masa muda adalah masa yang diibaratkan sebuah bunga adalah masa pada saat bunga tersebut masih mekar. Hal ini juga yang dialami oleh remaja Banjarmasin yakni saling memadu perasaan mereka kepada lawan jenisnya masing-masing. Pada saat malam minggu, yang mana orang kebanyakan menyebutnya sebagai malam muda-mudi para remaja Bnajarmasinjuga melewatinya dengan pasangan mereka masing-masing.

Tempat yang sering dijamuri oleh pasangan remaja tersebut adalah taman kota yang terletak disekitar kantor gubernuran dan kantor walikota Banjarmasin. Ditempat tersebut banyak dijumpai pasangan-pasangan yang sedang asyik ngobrol bahkan ada yang bermesraan tabpa menghiraukan orang yang melintas ditaman tersebut. Selain didua tempat tersebut, tempat yang sangat sering dijamuri oleh pasangan-pasangan remaja tersebut adalah pantai jodoh yang terletak diseberang Korem Antasari.

• Anak Funk ala Banjarmasin

seperti halnya kota besar lainnya di Indonesia, di Banjarmasin juga dapat ditenui komunitas anak Funk. Komunitas anak Funk yang ada di Banjarmasin ini yang terbesar disebut dengan Anak Funk Tarakan, mungkin namanya tersebut diambil dari temapat mangkal merekan yakni ditarakan (simpang empat Jalan Bali). Biasanya lampu merah yang ada didepan tarakan menjadi tempat mangkal mereka dan puncaknya adalah pada malam minggu.

• Remaja Mesjid Banjarmasin

Selain banyak sisi buruk dari pergaulan yang ada di Banjarmasin, para remajanya juga ada juga yang masih memegang erat ibadah sebagai salah satu kegiatan rutin mereka. Kegiatan kepengajian ini dilakukan 3 kali dalam seminggu yakni pada kamis malam, jum’at malam dan sabtu malam. Tetapi kegiatan yang dilakukan oleh para remaja ini sering tercoreng dengan adanya tradisi setelah pulang dari pengajian merka balapan disepanjang jalan yang mereka lalui ditambah dengan tidak memakai helm saat mengendarai motor.

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s