Ketika Maut Menjemput

Ketika maut menjemput

Dia mengecup bibirku sekuat nafasnya

Mendekap erat sukmaku

Dia ukirkan seulas senyum di wajahku

 

Dia pun pergi membawa sepenggal hati

Bukan sebentar, tapi untuk selamanya

Entah berapa banyak darah bening menghujani pipiku

Semburkan pilu yang terpahat didada

Rindu yang bertubi-tubi mengiris hatiku

Perihnya menghujam relung jiwaku

Seabadi nestafa dikisi-kisi hatiku

 

Tak sanggup aku menahan rindu ini

Berapa lapis mega inginku menjemputnya

Diantara badai dan topan layari

 

Cakrawala jingga…

Kutembus relung dunia tak bersua dengannya

Obati kerinduan jiwa yang mendamba sepercik kasihnya

Biar darah dan nadiku menjadi saksi

Sampai jengkal nafasku berhenti

Tiada pernah akan berhenti aku merindukannya

Takkan sanggup aku berhenti mengasihinya

Hingga mentari tak bertemu hari.

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s