BOBROKNYA KUALITAS PENDIDIKAN

Mungkin kalau kita berbicara soal bagaimana kualitas pendidikan yang ada di Indonesia pada dewasa ini takkan ada habisnya dan merupakan masalah yang sangat klasik yang dialami oleh negara berkembang. Tetapi tema ini sangat menarik untuk dibicarakan apalagi masalah tentang bobroknya hasil Ujian Akhir Nasional (UAN). Pada pertengahan bulan Juni ini para siswa akan menerima hasil dari jerit payah mereka selama duduk di bangku sekolah. Dari persentasi hasil kelulusan tersebut dapat diketahui bagaimana kualitas pendidikan suatu sekolah dan bagaimana tingkat kefropesionalan seorang guru dalam memberikan peklajaran kepada muridnya.


Kalau suatu sekolah mempunyai tingkat persentasi kelulusan yang tinggi pasti yang mendapat pujian adala murid dan gurunya saja dan akan berdampak kepada sekolah tersebut seperti naiknya popularitas sebuah sekolah Orang sedikit sekali melihat bagaimana Infut siswa yang masuk disekolah tersebut bagaimana. Kalau Infutnya bagus dan Outfutnya juga bagus itu wajar, tetapi kalau Infutnya Bagus Outfutnya kurang bagus itu yang kurang ajar. Dapat diibaratkan kalau seorang guru adalah koki, maka kalau sikoki A mendapat bahan mentah untuk membuat masakan bagus dan komplit wajar kalau hasil masakannya juga enak, yang lebih bagus lagi kalau sikoki B dikasih bahan seadanya menghasilkan makanan yang rasa sebanding dengan koki A, maka koki B dapat dikatakan berhasil dalam memasak. Begitu juga dalam suatu sekolah.kalau infut Siswanya sudah baik maka wajar saja kalau Outfut (persentasi kelulusan) juga tinggi.


Selain masalah Infut siswa dan kualitas guru, peningkatan kualitas pendidikan disebuah sekolah juga dapat diukur dengan adanya perubahan yang sangat mencolok pada saat si siswa menyelesaikan studinya disekolah dalam asfek Kognitif, Afektif dan Psikomotor dari siswa selama mendapat pengajaran dalam sebuah sekolah. Selain masalah bagaimana tingkat kepandaian siswa dan tingginya profesionalisme guru, keberhasilan sebuah sekolah juga tidak lepas dari kebijakan kurikulum yang dikeluarkan pemerintah. Apabila kurikulumnya sering diganti-ganti (seperti sekarang) maka pola pengajaran yang disampaikan oleh guru juga berubah-ubah setiap tahunnya. Kita mengetahui kalau pengjaran yang diberikan oleh seorang guru itu mengacu pada kurikulum dan tujuan pendidikan nasional adalah cerminan dari kurikulum tersebut.


Pada tahun yang lalu kita masih memakai Kurikulum Berbasis Kompetensi yang mana tidak semua daerah yang ada di Indonesia dapat menerpkannya dengan baik, eh sekarang malah ada Kurikulum baru yang dikeluarkan oleh Pemerintah yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pengajaran (KTSP). Kurikulum ang terdahulu saja masih banyak sekolah yang belum berhasil menerapkan apalagi Kurikulum naru tadi.


Kita dapat ambil contoh, sebuah sekolah yang ada dipedalaman mengalami kesulitan dalam mengikuti kurikulum yang sedang berlaku sekarang karena sering gonta-ganti. Hal ini juga berimbas kepada hasil UAN yang mereka capai. Jadi kalau kita beranggapan bahwa kalau bobroknya kualitas pendidikan kita sekarang dikarenakan guru maka kurang tepat walaupun guru memegang peranan yang sangat vital dalam sebuah sekolah atau lembaga pendidikan lainnya. Selain itu kita dapat melihat aspek-aspek yang lain juga karena sebuah lembaga pendidikan dapat diibaratkan sebuah gedung yang mana kebersihan gedung tersebut tidak hanya dijaga oleh Ofice Boy saja tetapi seluruh orang yang menggunakan gedung tersebut.

Iklan

1 Komentar

  1. jadi
    sehabis ujian nasional 2009 nanti
    ayo sama-sama berjuang
    agar ujian nasional dihabisi!
    jangan salah,
    yang dihabisi bukan UAN-nya
    tapi aturan yang mengaitkan hasil UAN menentukan kelulusan siswa
    setuju?


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s