Belajar Dari Pengalaman

Kita ketahui bahwa Indonesia adalah Negara kepulauan yang terdapat disepanjang garis khatulistiwa. Karena alas an tersebut Indonesia mendapat julukan sebagau Zamrud Khatulistiwa. Letak geografis tersebut yang menjadikan negara kita yang tercinta ini mengalami 2 musim yaitu musim panas dan musim hujan. Letak geografis yang berupa kepulauan ini, terlebih-lebih ada 5 pulau besar yakni Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi dan Irian menyebabkan adanya perbedaan iklim, mata pencaharian, budaya dan masih banyak lagi.


Letak geografis Indonesia tersebut juga memberikan berkah tersendiri khusunya kekayaan alam ban kesuburan tanah. Pada kenyataanya, kekayaan sumber daya alam Indonesia bias dikatakan sangat komplit sebut saja emas, batubara, timah, tembaga, kayu hutan dan lain-lain tersebut terdapat disepanjang Nusantara dari Sabang sampai Merauke. Kesuburan tanah Indonesia juga cukup bagus karena hampir semua makanan pokok manusiakecuali Gandum dapat tumbuh dinegri kita yang tercinta ini.


Pada akhir-akhir ini, bangsa Indonesia seakan-akan “bersahabat” dengan bencana alam sebut saja gempa bumi, banjir, kabut asap,gelombang pasang dan sebagainya. Kita mengetahui bahwa bencana alam merupakan musibah buat kita, tetapi bencana seperti banjir dan kabut asap adalah akibat dari tangan-tangan kita juga dan merupakan bencana yang sangat rutin terjadi setiap tahun.

• Teror Musim Kemarau


Mungkin kita sekarang sedang mengalami musim hujan, tidak lama lagi musim kemarau sudah menanti. Beberapa tahun terakhir, bangsa Indonesia seakan-akan mengalami kejadian yang rutin yakni pembakaran hutan dan lahan. Alasan pembakaran hutan ini sangat klasik yakni untuk membuka lahan baru, tetapi hal tersebut tidak hanya dilakukan oleh masyarakat biasa tetapi perusahaan-perusahaan yang bergerak dibidang perkebunan.


Pembakaran hutan tersebut “selain mengancurkan” paru-paru alam juga menghancurkan paru-paru manusia. Mungkin kalimat tersebut agak konyol, tetapi kita mengetahui bahwa “ada api pasti ada asap” nah masalah asap atau kabut asap inilah yang sangat diperhatikan karena selain menybabkan penyakit (ISPA) kabut asap juga dapat mempengaruhi kegiatan masyarakat bahkan kelancaran transportasi dinegara ini. Sebut saja penundaan jadwal penerbangan, penundaan berlabuhnya kapal, macetnya jalan-jalan disebabkan jarak pandang terganggu oleh kabt asap tersebut.


Selain masalah kabut asap, pada musim kemarau beberapa daerah yang ada di Indonesia mengalami kelaparan dan kekurangan air bersih. Mungkin kekurangan air bersih masih dapat ditolerir, tetapi kalau masalah kelaparan seakan-akan mirip dengan pribahsa “tikus mati dilumbung padi”. Hal tersebut tidak lepas karena bangsa Indonesia dikenal sebagai salah satu penghasil padi dunia. Masalah yang timbul dimusim kemarau tidak sampai disitu saja, karena pada saat banyak daerah yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih mayoritas pada daerah tersebut tidak lama lagi akan mewabah penyakit diare.

• Waspadai Musim Penghujan


Seperti kita ketahui bangsa Indonesia mengalami 2 musim yakni musim panas dan musim penghujan. Seperti halnya musim kemarau yang mengakibatkan banyak masalah, musim penghujan juga banyak membawa masalah yang cukp membuat masyarakat menderita. Bencana alam yang datang pada musim penghujan ini adalah banjir,benar saja orang beranggapan bahwa penyebab bencana banjir adalah banyaknya hutan-hutan yang gundul. Tapi yang ditanyakan sekarang adalah bagaimana pemerintah mengatasi bahaya banjir pada musim penghujan?


Dimedia massa, elektronik dan cetak kita dapat mengetahui banjir selalu terjadi pada musim penghujan. Sebagai contoh daerah Amuntai yang selalu mengalami bencana tersebt, dan daerah-daerah lain yang ada di Kal-Sel. Tetapi satu hal yang perlu diacungi jempol adalh kepada pemerintah Hulu Sungai Tengah karena pemerintah disana membangun kanal yang mengalirkan air hujan dari Barabai ke Amuntai.

Hal tersebut mungkin membuat resah masyarakat Amuntai karena didaerah mereka terendam banjir akibat adanya pembangunan kanal tersebut. Tetapi kalau dipikir-pikir kejadian tersebut ditiru oleh pemerintah Amuntai dengan cara yang sama yakni eneruskan air kiriman dari HST tadi ke Sungai Negara tetap hal tersebut diawali dengan pengerukan sungai Negara tersebut.
Hal tersebut juga dapat ditiru oleh provinsi lain yang sering mengalami bencana banjir yakni dengan cara pengerukan sungai-sungai yang ada didaerah masing-masing dan dibarengi dengan adanya himbauan supaya masyarakat tidak membuang sampah disungai karena akan mempercepat pendangkalan sungai.


Selain masalah banjir, pada musim penghujan juga sering terjadi berbagai macam penyakit dan yang paling diwaspadai dalah demam berdarah yang disebabkan oleh gigitan nyamuk Aedes Aegefty. Nyamuk ini berkembang biak ditempat-tempat yang menampung air hujan.
Bencana yang datang dimusim kemarau dan penghujan ini adalah bencana yang sangat rutin terjadi di Indonesia. Untuk itu kepada pemerintah diusulkan bahwa pada musim kemarau sering dilakukan pengawasan-pengawasan di hutan atau disawah-sawah supya tidak ada masyarakat yag membakara hutan dan sesaat sebelum musim penghujan tiba dianjurkan supaya sungai-sungai yang ada dibersihkan kalau perlu dikeruk supaya dapat menampung debit air yang lebih banyak. Hal itu ditujukan supaya bangsa ini “memutus persahabatan” kepada bencana yang ada dikedua musim tersebut.

 

Iklan

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s